menu horizontal

Rumah adat provinsi Riau
sumber : https://karyapemuda.com/rumah-adat-riau/

1. Balai Salaso Jatuh

rumah adat riau
sumber:staticflickr.com
rumah adat riau
sumber:hotelseminyakbali.com
Rumah adat Riau yang pertama adalah bernama balai salaso jatuh. Apabila kita tinggal di pulau jawa khususnya, nama ini terdengar aneh dan lucu di telinga kita. Tetapi bagi masyarakat Riau pasti mereka tau betul tentang makna nama bangungan yang bernama balai salaso jatuh tersebut.
Balai salaso jatuh pada dasarnya adalah sebuah bangunan yang berasal dari Riau, yang digunakan untuk musyawarah dan kegiatan bersama lainnya. Jadi bisa disimpulkan bahwa balai salaso jatuh tidak di fungsikan untuk rumah pribadi. Namun bangungan ini digunakan untuk keperluan musyawarah dan kegiatan umum lainnya.
Sesuai dengan fungsi yang dimiliki balai salaso jatuh, bangunan ini memiliki sebutan-sebutan lain yang juga dikenal di kalangan masyarakat sekitar. Seperti balai panobatan, balirung sari, balai karapatan dan masih banyak lagi. Namun akhir-akhir ini fungsi bangunan ini digantikan oleh rumah penghulu atau masjid.
Bangunan ini memiliki selaras keliling, dan memiliki lantai yang lebih rendah dari ruangan tengah. Selain itu balai salaso jatuh juga diperindah dengan berbagai macam ukiran yang berbentuk tumbuhan atau hewan. Setiap ukiran yang terdapat di bangunan ini memiliki sebutan masing-masing.

Sebutan Ukiran Pada Balai Salaso Jatuh

  • Motif ukiran pada tangga disebut dengan lebah bergantung atau ombak-ombak.
  • Motif ukiran yang terdapat diatas pintu dan jendela disebut dengan lambai-lambai.
  • Motif ukiran yang ada di samping pintu dan jendela disebut dengan kisi-kisi, semut beriring dan itik pulang petang.
  • Motif ukiran di tiang disebut dengan tiang gantung.
  • Motif ukiran pada bidang yang memenjang atau melengkung disebut dengan kalok paku.
  • Motif ukiran di atau ujung atas dan bawah tiang disebut dengan pucuk rebung.
  • Motif ukiran di cucuan atap disebut dengan sayap layangan atau sayap layang-layang.
  • Motif ukiran pada langit-langit rumah atau ventilasi disebut dengan melur, bunga cina, bunga manggis dan lain-lain.
  • Motif ukiran yang terdapat di puncak atap disebut dengan salembayung atau sulobuyung.
Itu dia penjelasan untuk rumah adat Riau yang pertama, semoga teman-teman bisa memahami apa yang saya jelaskan. Apabila teman-teman merasa kurang faham coba dibaca sekali lagi. Baik, setelah mengenal dan mengerti tentang Balai Saloso Jatuh, mari kita lanjutkan ke rumah adat Riau yang selanjutnya.

2. Rumah Melayu Atap Lontik

rumah adat riau
sumber:blogsport.com
rumah adat riau
sumber:blogsport.com
Rumah adat Riau yang selanjutnya adalah Rumah Melayu Atap lontik atau disebut dengan rumah lancangn atau pancalang. Rumah ini berasal dari Kab. Kampar Provinsi Riau. Mengapa disebut dengan sebutan lancar atau pancalang? Karena rumah ini memiliki hiasan di dinding depan rumah dengan bentuk perahu.
Apabila dilihat dari kejauhan rumah ini akan terlihat seperti rumah-rumah perahu yang biasa dibuat oleh penduduk. Selain disebut dengan sebutan dengan lancing dan pancalang rumah ini juga disebut dengan lontik. Mengapa demikian? karena rumah ini memiliki parabung atap yang meletik ke atas.
Menurut perkiraan terwujudnya rumah adat ini, didasari oleh pengaruh dari kebudayaan Minangkabau. Karena sebagian besar rumah ini terdapat di daerah yang berbatasan langsung dengan Sumatra Barat. Salah satu keunikan rumah adat ini adalah, anak tangga rumah ini berjumlah lima atau bilangan ganjil lainnya.
Alasan mereka mimilih angka lima karena mereka meyakini tentang agama islam yang berdiri atas lima perkara. Yakni Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa dan Naik Haji itulah alasan mereka memilih angka lima. Bentuk tiang pada rumah ini juga bervariasi, ada yang segi empat, segi enam, segi tujuh, segi delapan dan segi sembilan.
Setiap jenis tiang yang terdapat dalam rumah adat ini memiliki arti dan makna yang di yakini oleh masyarakat Riau. Tiang segi empat dapat diartikan dengan empat penjuru mata angin, sama seperti segi delapan. Dan segi enam melambangkan jumlah rukun islam dan kebenaran agama islam.
Dan tiang yang memiliki bentuk segi tujuh memiliki arti tujuh tingkatan surga dan neraka. Rumah adat ini memiliki panggung untuk menghindari serangan hewan buas atau agar terhindar dari banjir. Masyarakat setempat biasanya memanfaatkan samping rumah untuk kandang hewanternak atau untuk menyimpan perahu.

3. Rumah Adat Riau Salaso Jatuh Kembar

rumah adat riau
sumber:blogsport.com
rumah adat riau
sumber:lihat.co.id
Rumah Adat Riau yang selanjutnya bernama Rumah Adat Riau Salaso Jatuh Kembar. Rumah adat ini adalah rumah adat yang telah ditetapkan oleh Gubernur Riau (Imam Munandar) sebagai rumah adat resmi Provinsi Riau. Selain itu rumah ini juga menjadi ikon dan simbol untuk Provinsi Riau sendiri.
Rumah ini memiliki bentuk hampir mirip dengan bentu balai salaso jatuh. Apabila balai salaso lebih difungsikan untuk kegiatan musyawarah atau kegiatan bersama lainnya. Sedangkan rumah ini cenderung digunakan untuk keperluan masing-masing individu.
Mengapa disebut dengan salaso jatuh kembar? salah satu sebabnya alasan. Karena rumah ini memiliki model rumah seperti rumah panggung yang berbentuk persegi panjang. Sebab lainnya, karena rumah ini memiliki 2 selaras yang ruang tengannya lebih tinggi dari lantainya.

4. Rumah Melayu Lipat Kajang

rumah adat riau
sumber:wikipedia
rumah adat riau
sumber:blogsport.com
Rumah Adat Riau selanjutnya adalah Rumah Melayu Lipat Kajang, yang berasal dari Kepulauan Riau. Disebut dengan lipat kajang karena atap rumah ini memiliki bentuk menyerupai bentuk perahu. Ujung atas bangunan rumah ini melengkung ke atas dan sering disebut dengan lipat kejang atau pohon jerambah oleh masyarakat sekitar.
Rumah adat ini jarang atau bahkan tidak lagi digunakan oleh para penduduk Riau. Salah satu sebab hilangnya kebudayaan ini karena adanya konsep atau arsitektur bangunan dari Negara Barat. Dan masyarakat menganggap bentuk bangunan mereka lebih simple dan lebih mudah dibangun.

5. Rumah Melayu Atap Limas Potong

rumah riau
sumber:blogsport.com
rumah adat riau
sumber:wordpress.com
Rumah Adat Riau yang kelima sekaligus yang terakhir adalah Rumah Melayu Atap Limas Potong. Selain rumah adat salaso, rumah adat ini juga sering digunakan oleh mayoritas masyarakat Riau. Perlu diketahui, karena sebagian besar masyarakat Riau berasal dari suku adat melayu. Tidak heran apabila mereka lebih memiliki rumah jenis ini.
Rumah melayu atap limas potong adalah rumah adat tradisional suku melayu yang hidup di Riau. Rumah ini memiliki atap yang berbentuk seperti halnya bangun limas yang terpotong. Kita dapat menemui rumah ini di Provinsi Riau, selain di Riau rumah ini juga dapat kita jumpai di Kepulauan Riau.
Sebagaimana rumah tradisional Riau lainnya, rumah ini juga termasuk dalam kelompok rumah panggung. Panggung pada rumah ini memiliki tinggi sekitar 1.5 meter dari permukaan tanah. Luas tidaknya rumah ini tergantung kemampuan dan keinginan pemilik.
Semakin kaya orangnya, maka semakin besar pula rumahnya dan juga semakin banyak hiasan yang ada. Akan tetapi hal itu tidak menjadi patokan utama yang menentukan basar kecilnya rumah ini. Tergantung keinginan dan kehendak dari sang pemilik rumah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar